Sewaktu kecil dulu aku adalah anak yang merasa bahwa diriku ini tidak disa apa-apa kerjaanya hanya main, aku dibesarkan dari keluarga yang biasa-biasa saja jauh dari kata kaya, aku bersekolah di sebuah madrasah aliah/MI, enam tahun aku belajar disana, banyak hal dan kenangan yang aku dapatkan bersama teman-temank. Setelah menyelesaikan sekolah dasar aku di arahkan oleh orangtua ku untuk melanjutkan ke sebuah Pondok Pesantren sambil sekolah, disana aku dan teman-teman seangkatan ku lah yang pertama menjalankan kegiatan belajar atau sebagai peritis sebuah sekolahan menengah pertama.
Selama tiga tahun saya menjalankan study di pondok serta di sekolahan banyak cerita suka duka yang kami lalui banyak hal yang itu tidak bisa dilpakan karena satu angkatanku hanya enam orang yang bertahan hingga kelas tiga, dari empat belas orang, itu adalah sebuah perjuangan ku merintis sebuah sekolah yang baru didirikan.
Pernah saat kelas tiga kami melakukan kegiatan pembelajaran di sebuah musolah karena bangunan untuk kelas tiga belum selesai dibuat. tapi aku dan teman-teman tetap senang dan semangat dalam belajar hingga waktu ujian nasional tiba kami harus menggabung dengan sekolah Negeri di daerah sana karena sekolahan kami belum siap untuk melaksanakan sebuah Ujian Nasional. tapi setelah menyelesaikan Ujian kami mendapat peringkat ke 38 dari ratusan sekolah menengah pertama yang ada.ini adalah sebuah prestasi untuk sekolah yang pertama kali meluluskan siswa.
setelah menyelesaikan stady di Pondok dan sekolah SMP Plus. aku dan seorang teman seangkatanku melanjutkan ke SMK yang berada di luar kota kami menetap di rumah guruku yang berada di kota itu, tapi tidak lama hanya sekitar setengah semester saja, setelah itu kami masuk ke sebuah panti pondok pesantren yang berada tak terlalu jauh dari sekolahan ku, sampai kelas tiga kami berada disana dan setelah Menyelesaikan Ujian Nasional di SMK kami mengalami GEGANA karena kami masih bingung mau melanjutkan study kemana lagi... Bersambung..
No comments:
Post a Comment